SEBAGAI seorang muslim, saya merasa prihatin atas kondisi
yang dialami oleh umat Islam saat ini. Pertanyaan tentang mengapa umat Islam
mundur, sesungguhnya merupakan pertanyaan besar yang harus dijawab oleh setiap
orang muslim sendiri. Para pemikir Islam seperti Jamaluddin al-Afghani,
Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Hasan al-Banna, dan sejumlah pemikir Islam
kontemporer lainnya, sudah melihat gejala kemunduran ini
Mereka semua sependapat bahwa penyebab umat Islam mundur disebabkan oleh ulah umat Islam itu sendiri, umat Islam tidak lagi mengamalkan ajaran Islam yang sebenarnya seperti yang terdapat dalam al-Quran dan hadis Nabi. Di kalangan umat Islam sudah berkembang bid’ah-bid’ah yang tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam yang murni, serta terdapat kebekuan pemikiran dalam tubuh umat Islam.
Para pemikir Islam itu telah mencoba memberikan solusi terhadap masalah ini, ai antaranya supaya umat Islam bangkit dan maju maka umat Islam harus kembali kepada al-Quran dan hadis, seperti pada masa Rasulullah dan Khulafur Rasyidin. Umat Islam harus bersatu dan bekerja keras untuk meraih kembali kemajuan seperti yang pernah dicapai dulu.
Kemajuan Barat
Dalam catatan sejarah, kita mengakui bahwa umat Islam sudah duluan maju dibandingkan dengan Barat hari ini. Bahkan kemajuan Barat hari ini disebabkan oleh peradaban Islam. Tapi banyak umat Islam tidak tahu masalah ini. Jangan kita menganggap bahwa kemajuan Barat hari ini disebabkan oleh orang Barat itu sendiri, tidak. Islamlah yang pertama sekali menampakkan kemajuan ilmu pengetahuan kepada Barat yang saat itu masih berada dalam masa kegelapan dan kemunduran. Jadi menurut hemat saya, tugas umat Islam sekarang adalah bagaimana merebut kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang telah direbut oleh Barat itu, serta mengengembalikan marwah Islam yang pernah jaya ratusan tahun silam.
Kita mangakui bahwa bumi ini berputar seperti roda, sekali berada di atas dan sekali berada di bawah. Begitu juga dengan peradaban umat manusia. Tidak selamanya peradaban Islam itu berada di atas dan juga tidak selamanya peradaban Barat berada di bawah. Sejarah telah membuktikan bahwa jauh sebelum Masehi sudah ada peradaban yang mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yaitu peradaban Yunani-Romawi kuno, namun pada akhirnya mundur. Kemudian datanglah peradaban baru yaitu peradaban Islam. Pada saat itulah peradaban Islam bangkit dan berkembang dengan pesat ke seluruh penjuru dunia.
Peradaban Islam mengalami kemajuan yang luar biasa namun pada akhirnya mengalami kemunduran diakhir abad pertengahan, yang disebabkan oleh kejatuhan beberapa kerajaan Islam dan faktor imperialisme Barat ke dunia Islam. Kejatuhan peradaban Islam membuka warna baru atas bangsa Barat untuk bangkit. Bahkan sampai hari ini Barat masih berada pada posisi atas dan umat Islam berada pada posisi bawah.
Dalam persoalan ini, sebenarnya tidak ada yang patut kita salahkan. Kita juga jangan menyalahkan Barat dan juga jangan menyalahkan Islam. Tapi yang patut kita salahkan adalah diri kita sendiri. karena mengapa, kemajuan dan kemunduran itu semua berawal pada diri kita sendiri bukan karena orang lain, bukan karena agama dan bukan karena negara. Namun, kadang-kadang kita tidak mau mengintrofeksi diri dan tidak mau mengkritisi diri sendiri atas apa yang telah kita lakukan selama ini.
Kehilangan jati diri
Dalam konteks saat ini, kita masih melihat fenomena yang terjadi dalam tubuh umat Islam yang menyebabkan umat Islam tidak maju-maju, di antaranya: Pertama, banyak umat Islam sekarang ini sudah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Islam hanya dijadikan sebagai identitas pribadi seperti yang tertulis di KTP, namun prilakunya tak jauh beda dengan orang-orang nonmuslim. Kita juga sering melihat di TV, banyak artis-artis yang beragama Islam tapi pakaiannya seperti orang telanjang, serta yang anehnya lagi dipertontonkan kepada khalayak umum seolah-olah seperti itulah kelakuan dan penampilan seorang muslim.
Kedua, tidak mau berusaha, inilah salah satu penyakit yang dialami oleh kebanyakan umat Islam yang sulit kita obati. Meraka pasrah apa adanya, tidak mau berusaha, dan berubah. Cobalah perhatikan, umat mana yang paling banyak menjadi pengemis, pengamen, meminta-minta pada orang lain, mereka itu adalah umat Islam. Padahal Islam sangat membenci pada umat yang suka meminta-minta dan tidak mau berusaha keras. Firman Allah: “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengumah nasib mereka sendiri.” (QS. Ar-Raad: 13).
Ketiga, mengidolakan budaya Barat, hari ini mulai dari anak kecil sampai orang tua sekalipun terkagum-kagum melihat budaya Barat dan meninggalkan budayanya yang Islami yang menjadi budaya nenek monyang kita bersama, seolah-olah budaya Baratlah yang paling baik dan sempurna. Dan anehnya mereka mempraktikkan langsung dalam kehidupanya sehari-hari mulai dari cara berumah tangga, dalam berpakaian, pergaulan, semua kita meniru budaya Barat. Padahal Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, namun mengapa kita tidak mengindahkan budaya kita sendiri.
Saya memang seorang anak muda dan mahasiswa, mungkin ilmu saya tidak terlalu tinggi dan masih banyak yang tidak paham. Tapi, saya merasa sedih dan prihatin atas kondisi yang dialami umat Islam saat ini. Saya tidak akan pernah berhenti untuk memikirkan nasib umat Islam sebelum Islam benar-benar jaya di seluruh pelosok dunia. Untuk apa kita menjadi seorang professor, doktor, atau ulama terkemuka sekalipun jika hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib umat Islam.
Tidak mudah
Saya akan memikirkan sejauh yang sanggup saya pikirkan terhadap nasib umat Islam. Umat Islam harus bangkit kembali meraih kemajuan, namun cara untuk meraihnya tidaklah mudah, butuh proses yang tepat untuk menemukan kunci kemajuan umat Islam. Di antara hal-hal yang perlu kita lakukan adalah: Pertama, mulailah dari kesadaran diri, mulai dari hati kita sendiri dan mulailah pada saat ini, karena itulah modal utama untuk meraih kemajuan. Kedua, bukalah pemikiran yang baru untuk memikirkan realitas yang terjadi selama ini.
Ketiga, belajar mengkaji ilmu pengetahuan baik yang ada dalam Islam maupun di Barat, kita jangan menjadi anti-Barat dan juga jangan menelan mentah-mentah setiap yang datang dari Barat, kita harus mengkaji secara mendalam sehingga kita bisa mengambil sisi positif. Keempat, bekerja keras tanpa ada rasa lelah dan menyerah karena Islam tidak pernah mengenal kata-kata menyerah. Dan, kelima, persatuan seluruh umat Islam, inilah yang sangat penting untuk di wujudkan supaya Islam menjadi kuat dan bersatu karena umat Islam adalah umat yang bersaudara.
Saya yakin, jika umat Islam benar-benar memperhatikan masalah ini, umat Islam akan segera bangkit dan maju. Sekaranglah waktunya untuk kita menyusun barisan Islam dan siap membawa perubahan umat Islam dari kemunduran membawa kepada kemajuan. Jangan pernah merasa takut karena Allah selalu bersama kita. Semoga!
Mereka semua sependapat bahwa penyebab umat Islam mundur disebabkan oleh ulah umat Islam itu sendiri, umat Islam tidak lagi mengamalkan ajaran Islam yang sebenarnya seperti yang terdapat dalam al-Quran dan hadis Nabi. Di kalangan umat Islam sudah berkembang bid’ah-bid’ah yang tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam yang murni, serta terdapat kebekuan pemikiran dalam tubuh umat Islam.
Para pemikir Islam itu telah mencoba memberikan solusi terhadap masalah ini, ai antaranya supaya umat Islam bangkit dan maju maka umat Islam harus kembali kepada al-Quran dan hadis, seperti pada masa Rasulullah dan Khulafur Rasyidin. Umat Islam harus bersatu dan bekerja keras untuk meraih kembali kemajuan seperti yang pernah dicapai dulu.
Kemajuan Barat
Dalam catatan sejarah, kita mengakui bahwa umat Islam sudah duluan maju dibandingkan dengan Barat hari ini. Bahkan kemajuan Barat hari ini disebabkan oleh peradaban Islam. Tapi banyak umat Islam tidak tahu masalah ini. Jangan kita menganggap bahwa kemajuan Barat hari ini disebabkan oleh orang Barat itu sendiri, tidak. Islamlah yang pertama sekali menampakkan kemajuan ilmu pengetahuan kepada Barat yang saat itu masih berada dalam masa kegelapan dan kemunduran. Jadi menurut hemat saya, tugas umat Islam sekarang adalah bagaimana merebut kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang telah direbut oleh Barat itu, serta mengengembalikan marwah Islam yang pernah jaya ratusan tahun silam.
Kita mangakui bahwa bumi ini berputar seperti roda, sekali berada di atas dan sekali berada di bawah. Begitu juga dengan peradaban umat manusia. Tidak selamanya peradaban Islam itu berada di atas dan juga tidak selamanya peradaban Barat berada di bawah. Sejarah telah membuktikan bahwa jauh sebelum Masehi sudah ada peradaban yang mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yaitu peradaban Yunani-Romawi kuno, namun pada akhirnya mundur. Kemudian datanglah peradaban baru yaitu peradaban Islam. Pada saat itulah peradaban Islam bangkit dan berkembang dengan pesat ke seluruh penjuru dunia.
Peradaban Islam mengalami kemajuan yang luar biasa namun pada akhirnya mengalami kemunduran diakhir abad pertengahan, yang disebabkan oleh kejatuhan beberapa kerajaan Islam dan faktor imperialisme Barat ke dunia Islam. Kejatuhan peradaban Islam membuka warna baru atas bangsa Barat untuk bangkit. Bahkan sampai hari ini Barat masih berada pada posisi atas dan umat Islam berada pada posisi bawah.
Dalam persoalan ini, sebenarnya tidak ada yang patut kita salahkan. Kita juga jangan menyalahkan Barat dan juga jangan menyalahkan Islam. Tapi yang patut kita salahkan adalah diri kita sendiri. karena mengapa, kemajuan dan kemunduran itu semua berawal pada diri kita sendiri bukan karena orang lain, bukan karena agama dan bukan karena negara. Namun, kadang-kadang kita tidak mau mengintrofeksi diri dan tidak mau mengkritisi diri sendiri atas apa yang telah kita lakukan selama ini.
Kehilangan jati diri
Dalam konteks saat ini, kita masih melihat fenomena yang terjadi dalam tubuh umat Islam yang menyebabkan umat Islam tidak maju-maju, di antaranya: Pertama, banyak umat Islam sekarang ini sudah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Islam hanya dijadikan sebagai identitas pribadi seperti yang tertulis di KTP, namun prilakunya tak jauh beda dengan orang-orang nonmuslim. Kita juga sering melihat di TV, banyak artis-artis yang beragama Islam tapi pakaiannya seperti orang telanjang, serta yang anehnya lagi dipertontonkan kepada khalayak umum seolah-olah seperti itulah kelakuan dan penampilan seorang muslim.
Kedua, tidak mau berusaha, inilah salah satu penyakit yang dialami oleh kebanyakan umat Islam yang sulit kita obati. Meraka pasrah apa adanya, tidak mau berusaha, dan berubah. Cobalah perhatikan, umat mana yang paling banyak menjadi pengemis, pengamen, meminta-minta pada orang lain, mereka itu adalah umat Islam. Padahal Islam sangat membenci pada umat yang suka meminta-minta dan tidak mau berusaha keras. Firman Allah: “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengumah nasib mereka sendiri.” (QS. Ar-Raad: 13).
Ketiga, mengidolakan budaya Barat, hari ini mulai dari anak kecil sampai orang tua sekalipun terkagum-kagum melihat budaya Barat dan meninggalkan budayanya yang Islami yang menjadi budaya nenek monyang kita bersama, seolah-olah budaya Baratlah yang paling baik dan sempurna. Dan anehnya mereka mempraktikkan langsung dalam kehidupanya sehari-hari mulai dari cara berumah tangga, dalam berpakaian, pergaulan, semua kita meniru budaya Barat. Padahal Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, namun mengapa kita tidak mengindahkan budaya kita sendiri.
Saya memang seorang anak muda dan mahasiswa, mungkin ilmu saya tidak terlalu tinggi dan masih banyak yang tidak paham. Tapi, saya merasa sedih dan prihatin atas kondisi yang dialami umat Islam saat ini. Saya tidak akan pernah berhenti untuk memikirkan nasib umat Islam sebelum Islam benar-benar jaya di seluruh pelosok dunia. Untuk apa kita menjadi seorang professor, doktor, atau ulama terkemuka sekalipun jika hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib umat Islam.
Tidak mudah
Saya akan memikirkan sejauh yang sanggup saya pikirkan terhadap nasib umat Islam. Umat Islam harus bangkit kembali meraih kemajuan, namun cara untuk meraihnya tidaklah mudah, butuh proses yang tepat untuk menemukan kunci kemajuan umat Islam. Di antara hal-hal yang perlu kita lakukan adalah: Pertama, mulailah dari kesadaran diri, mulai dari hati kita sendiri dan mulailah pada saat ini, karena itulah modal utama untuk meraih kemajuan. Kedua, bukalah pemikiran yang baru untuk memikirkan realitas yang terjadi selama ini.
Ketiga, belajar mengkaji ilmu pengetahuan baik yang ada dalam Islam maupun di Barat, kita jangan menjadi anti-Barat dan juga jangan menelan mentah-mentah setiap yang datang dari Barat, kita harus mengkaji secara mendalam sehingga kita bisa mengambil sisi positif. Keempat, bekerja keras tanpa ada rasa lelah dan menyerah karena Islam tidak pernah mengenal kata-kata menyerah. Dan, kelima, persatuan seluruh umat Islam, inilah yang sangat penting untuk di wujudkan supaya Islam menjadi kuat dan bersatu karena umat Islam adalah umat yang bersaudara.
Saya yakin, jika umat Islam benar-benar memperhatikan masalah ini, umat Islam akan segera bangkit dan maju. Sekaranglah waktunya untuk kita menyusun barisan Islam dan siap membawa perubahan umat Islam dari kemunduran membawa kepada kemajuan. Jangan pernah merasa takut karena Allah selalu bersama kita. Semoga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar