Pages

STOP ISLAMOPHOBIA


Assalamu’alaikum, Saudara Islam.
Tentu beberapa dari Anda bingung dengan maksud kata Islamuphobia ini, ada yang bahkan tidak pernah mendengar kata Islamophobia. Namun sebagai generasi Islam yang Ilmiah kita tentu harus lebih peka dan lebih mendalami Islam secara utuh, termasuk memahami maksud, dampak, dan sebab dari Islamophobia ini.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di dunia, namun tentu Anda juga tahu bahwa negara kita bukan negara Islam, atau negara dengan menggunakan syari’at Islam dalam proses pemerintahannya. Penting memang memahami mengapa Indonesia tidak menggunakan syariat Islam sebagai sistem pemerintahannya, namun untuk saat ini saya tidak hendak mendalami tema tersebut. Lebih dalam pengaruh jumlah penduduk Islam di Indonesia dengan adanya Islamophobia ternyata cukup besar. Walaupun Islamophobia lebih kuat tertanam pada orang-orang barat namun di negara kita juga terdapat bentuk-bentuk perilaku Islamophobia.

Islamophobia bisa diartikan sebagai bentuk tindakan mendikriditkan umat Islam atau semua yang berhubungan dengan Islam, mulai dari organisasi, aktifitas, peribadahan, bahkan hingga cara berpakaian. Ini memang menjadi masalah yang luar biasa besar bagi umat Islam secara keseluruhan, namun kenyataannya yang menganggap penting dan memahami Islamophobia hanya segelintir orang saja. Apakah Anda tahu sebabnya? Mari kita ulas bersama-sama sebab masyarakat Islam di Indonesia menganggap tidak penting upaya Islamophonia atau bahkan mendukung pemikiran ini, baik secara langsung atau secara tidak langsung.

Islamophobia sendiri mulai berkembang di dunia sejak tahun 1980-an, namun bentuk perilakunya sebenarnya sudah ada sejak Islam pertama kali menginjakkan kaki di Mekah, atau bisa dikatakan sejak Islam hadir di masyarakat. Tentunya karena banyaknya kepentingan penguasa Mekah pada saat itu yang menyebabkan mereka menolak ajaran Islam dan menginginkan Islam untuk lenyap dari muka Bumi. Bentuk gerakan melemahkan Islam atau perilaku Islamophobia pada saat itu sangat massif dan terorganisir, hingga perkembangan Islam pada masa itu sangat lambat. Kemudian nabi menyelesaikan masalah tersebut dengan mencari tempat berdakwah selain di Mekah, dan Madinah adalah tempat yang sangat cocok dengan kondisi Islam pada saat itu (Akan saya ulas lebih dalam pada artikel selanjutnya).

Pada intinya Islamophobia memiliki pengaruh yang luar biasa besar bagi perkembangan Islam, baik pada masa nabi hingga masa kekinian. Tentunya bukan tanpa alasan, sebab dengan adanya pemikiran Islamophobia maka masyarakat akan terpengaruh pemikiran tersebut, bahwa Islam merupakan agama yang buruk dan sesat. Dampaknya tentu juga tidak enteng, Islam menjadi dikucilkan, dimusuhi, diperangi, perkembangan Islam menjadi berjalan di tempat, bahkan berdampak pada kemunduran generasi Islam dalam berkarya.

Sebab adanya Islamophobia memang sangat banyak tergantung masyarakatnya, di Indonesia sendiri Islamophobia banyak disebabkan karena adanya gerakan Islam radikal yang membuat Islam dicitrakan sebagai agama teroris. Karena mereka mengatas namakan agama Islam sebagai landasan mereka melakukan terror, tentunya hal ini sangat merugikan umat Islam dan tidak hanya mereka dan organisasi mereka. Sehingga jelas perbuatan mereka adalah perbuatan yang keji dan tidak bertanggung jawab. Mereka memahami Islam secara parsial dan tidak memahami ajaran Islam secara utuh. Sebagai penulis saya sangat mengutuk perbuatan mereka.

Namun jangan salah saudara, tidak hanya gerakan Islam yang radikal penyebab dari terbentuknya pemikiran Islamophobia. Salah satunya yang ingin penulis soroti adalah kemungkinan adanya peran pemerintah dalam terpentunya pemikiran Islamophobia. Iya, pemerintah menurut analisis penulis juga memiliki andil dalam mendiskriditkan Agama Islam. Bentunya sangat beragam, mulai dari menayangkan berita dengan setingan teroris selalu dari Agama Islam, hingga membentuk organisasi teroris untuk melakukan serangan-serangan yang mengatas namakan Islam. Tidak hanya itu bahkan juga banyak organisasi Islam yang tutup karena masyarakat menutup diri dari aktifitas berorganisasi terutama organisasi Islam.

Padahal tidak semua organisasi Islam adalah organisasi teroris, ada 1 dari 1000 organisasi Islam yang terindikasi teroris. Namun karena peran media, pemerintah (mungkin), asing, dan lain sebagainya, sehingga pemikiran Islamophobia berkembang dengan sangat cepat dan tertanam hingga kini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, pemerintahan, dan lain-lain.

Bentuk perilaku orang-orang yang sudah terjangkit Islamophobia sangat banyak, salah satunya adalah lebih mendorong anak-anaknya melakukan aktifitas tidak produktif seperti main game, jalan-jalan ke mall, belanja, nonton TV, dan lain-lain, ketimbang mempelajari Islam lebih dalam dan secra utuh. Juga perilaku seperti menganggap semua gerakan Islam adalah bentuk radikalisme Islam, hal tersebut merupakan ciri-ciri orang yang sudah terjangkit paham Islamophobia.

Perlu kita pahami bersama bahwa Islamophobia ini akan mampu merusak generasi Islam menjadi generasi yang liberal, hedon, dan bentuk ideologi yang negative lain dan mengarah pada perilaku yang rusak atau biasa disebut sebagai kerusakan moral remaja. Banyaknya pengaruh nilai-nilai dari bangsa-bangsa Barat yang mengusung nilai kebebasan mutlak, menyebabkan kerusakan moral pada anak muda Indonesia terutama pemuda Islam juga turut tertarik dalam senda gurau dunia yang penuh kesesatan.

Oleh sebab itu mari kita lawan Islamophobia dengan lebih berfikir secara kritis terhadap semua perilaku yang mendiskriditkan Islam dan tidak mudah menyimpulkan setiap informasi yang diterima selalu benar. Mengetahui kebenaran memang tidak mudah, namun jika kita tidak benar maka pilihanya adalah salah dan perilaku yang salah akan memberikan dampak yang luar biasa besar bagi Islam itu sendiri. Namun kita juga harus lebih peka dengan gerakan radikal itu sendiri, sebab gerakan ini juga menyebabkan banyak masalah terutama masalah Islamophobia, baik untuk masyarakat umum atau bahkan umat Islam itu sendiri.

Mari kita menjadi generasi yang lebih kritis, kreatif dan selalu berkarya untuk masyarakat. Jangan terjerumus dengan pemikiran Islamophobia dan tentunya pemikiran Islam yang radikal. Untuk itu kita perlu memahami Islam secara utuh bukan ritual saja, namun Islam secara keseluruhan. Tentunya pemahaman dan perilaku Islam yang mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam. Sekian.

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar