Toleransi Dalam Islam
Secara universal umat islam saat ini masih
dipandang sebagai kelompok potensial teroris, ditambah lagi dengan peristiwa
serangan World Trade Center pada 11 September 2001, islam semakin disudutkan
oleh barat khususnya Amerika. Padahal jika dilihat secara literalis baik dalam
Al-Quran maupun Al-Hadist Islam tidak pernah mengajarkan terorisme, akan tetapi
sebaliknya Islam mengajarkan sebuah konsep toleransi humanis yang termaktub
dalam surat Al-Maidah ayat 32 :
Artinya : “…Barangsiapa yang membunuh seorang
manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena
membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia
seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka
seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…” (Q.S Al-Maidah :
32)
Ayat ini menjelaskan bahwa Islam begitu
menghargai dan peduli akan nilai-nilai toleransi humanis, dan Islam menentang
tindakan terorisme yang tidak pernah memandang nilai kemanusiaan.
Jika dilihat dalam sejarah Islam, pada masa Abu
Bakar As-Siddiq, dalam situasi peperangan beliau memerintahkan kepada bala tentaranya
agar hanya membunuh musuh yang menyerang dengan senjata saja, bahkan para
pendeta atau para pemimpin agama lain tidak boleh diperangi karena mereka hanya
mendedikasikan dirinya hanya untuk kepentingan agama, serta wanita-wanita,
ibu-ibu hamil dan anak kecil yang tidak berdosa tidak boleh dibunuh, selain
dari pada itu beliau memerintahkan untuk selalu menjaga alam jangan sampai
dirusak saat berperang.
Akan tetapi pada kenyataannya dunia barat masih memandang Islam sebagai potensial terosris, apalagi jika melihat orang yang identik dengan Islam dalam segi berpakaian seperti golongan Funfamentalis dan Puritanis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar