Biarlah dedaunan berhamburan
Biarlah embun pagi ini menggenang di atas tangan
Biarlah pula mentari mendaki gunung di ufuk timur pelan
Rintik air berjatuhan entah sejak kapan
Membuyarkan lamunan yang tertahan
Canggung di sudut persimpangan kelam penuh setan
Sudikah seorang di sana menyapa hamba, tuan?
Biarlah embun pagi ini menggenang di atas tangan
Biarlah pula mentari mendaki gunung di ufuk timur pelan
Rintik air berjatuhan entah sejak kapan
Membuyarkan lamunan yang tertahan
Canggung di sudut persimpangan kelam penuh setan
Sudikah seorang di sana menyapa hamba, tuan?
Tua, renta, sekarat menunggu makian
Sepadan dengan dosa penemu jalan
Kerikil tajam menusuki namun tak menyakiti hingga ke tepian
Dalam kotor dan lusuh kami berpamitan
Bosan
Kapan duri menusuki memberi kematian?
Kami sekarat mengejang dalam kotoran
Ambil saja semua dalam dekapan
Kami masih akan bertahan
Meski tak sekuat rajanya setan
Serdadu tempur yang mati dalam ketakutan
Seperti kami yang tak bergerak dalam kungkungan
Sepadan dengan dosa penemu jalan
Kerikil tajam menusuki namun tak menyakiti hingga ke tepian
Dalam kotor dan lusuh kami berpamitan
Bosan
Kapan duri menusuki memberi kematian?
Kami sekarat mengejang dalam kotoran
Ambil saja semua dalam dekapan
Kami masih akan bertahan
Meski tak sekuat rajanya setan
Serdadu tempur yang mati dalam ketakutan
Seperti kami yang tak bergerak dalam kungkungan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar