#Pray_For_Jakarta
Kembali duka
menyelimuti negeri kita tercinta. Hari ini kembali terjadi kasus terror yang terjadi
di ibu kota kita, Jakarta. Dalam kasus bom Sarinah ini tentu keprihatinan dan rasa duka
sangat mendalam penulis sampaikan kepada semua korban. Serta tentu perasaan
benci yang mendalam penulis tujukan kepada mereka yang merancang dan
menjalankan terror bom Sarinah ini.
Namun ada hal unik
yang bisa kita lihat dari terror bom Sarinah yang terjadi di Jakarta ini. Menurut penulis
ada dua hal yang memiliki keanehan dari kasus bom Sarinah. Yang pertama adalah dari
bentuk kejadiannya serta yang kedua adalah dari moment kejadian bom Sarinah ini.
Jika dilihat dari
bentuk kejadiannya bisa kita ketahui bahwa dalam kasus terror bom Sarinah ini berbeda
dengan kasus terror yang pernah terjadi di Indonesia. Yaitu, jika sebelumnya
pelaku terror melakukan bom bunuh diri tentu mereka akan mati bersama dengan
ledakan bom atau melarikan diri jika mereka meninggalkan bom di tempat
keramaian. Namun pada kasus bom Sarinah ini tidak demikian, sempat terjadi baku tembak baik
sebelum maupun sesudah bom diledakkan. Uniknya para pelaku teror bom Sarinah ini bisa dikatakan
orang-orang yang professional dalam hal terror dan menggunakan senjata. Hingga
membuat kepolisian mengerahkan pasukan khususnya untuk menangani kasus bom Sarinah ini,
terdapat pasukan sniper dan helicopter yang dikerahkan untuk melumpuhkan para
pelaku teror bom Sarinah ini. Kejadian ini cukup mencekam bagi masyarakat yang berada di sekitar
tempat kejadian teror bom Sarinah, pasalnya kejadian ini terjadi di ruang terbuka dan dapat
disaksikan pula oleh masyarakat ditempat kejadian bagaimana para teroris bom Sarinah ini melakukan serangannya.
Selain dari aspek
kejadiannya yang unik, kasus bom Sarinah ini juga memiliki keanehan yang lain jika dilihat
dari momentum yang akan terjadi dan sudah terjadi. Setidaknya ada tiga momentum
yang bisa kita lihat, yang pertama adalah tertangkapnya Damayanti kader dari
PDIP, isu organisasi Gafatar, dan deadline divestasi PT Freeport yang menurut
perhitungan harusnya diputuskan besok.
Kepentingan siapa?
Entahlah, sebab penulis masih belum memiliki data spesifik mengenai keterlibatan
pemerintah atau organisasi Gafatar dalam kasus ini. Namun semoga kejadian ini
tidak menjadi moment yang direncanakan oleh pihak yang berkepentingan lebih
kejam dari kejadian terror bom Sarinah ini dan membuat masyarakat menjadi lengah dengan
masalah yang juga tidak kalah riskannya dengan kasus terror ini.
Namun bagaimana pun
tindakan terror tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang mana pun, sebab
tindakan terror akan memberikan kerugian bagi semua pihak. Tentunya bagi mereka
yang memiliki kepentingan akan mendapatkan manfaat namun tidak akan bertahan
lama dan pastinya akan memperoleh balasan baik di dunia atau di alam pembalasan
kelak.
Untuk memperingati kejadian bom Sarinah yang mengguncang nurani bangsa ini, mari kita lebih menjadi pribadi yang kritis
dengan segala peristiwa yang terjadi di masyarakat dan menjadikannya sebagai pembelajaran
bagi kehidupan kita ke depan. Semoga Allah selalu memberikan kita kesabaran
untuk terus istiqomah berada di jalan yang penuh gulita ini. Amin.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar